Paid Surveys

readbud - get paid to read and rate articles
SocialTwist Tell-a-Friend

22 Januari 2009

Indonesia di Mata Para Pakar Dunia Shienting

"Wong Indonesia kuwi canggih lan pinter, nanging ko' yo tetep wae negorone ra maju-maju, jan-jane eneng opo to yo...?." ujar sesepuh dunia shienting yang mengaku sebagai Guru-dari segala Maha Guru saat ditemui team CakyoudeeDotCom di kediamannya, dikawasan Kutai Surabaya. Saya yang kala itu memang sengaja datang untuk mencari tahu, ngangsu ilmu bab per-shienting-ngan, diterima dengan hangat dan penuh keakraban.

Dengan tubuh yang masih tegap, walau usia sudah mendekati seabad, Profesor Wongso Indrajid demikian orang memanggilnya, menuturkan perihal perjalanan hidupnya, semasa mengikuti perang gerilya dulu. "Wong Londo kuwi licik, pinter nanging ora ksatria, senengane ngapusi, suka memper-alat pribumi, gak wani adu arep" katanya, sambil menghisap roko' cerutu -nya dalam-dalam.

Beliau juga tidak menyangka kalau negeri ini akan terbebas dari belenggu VOC, Indonesia yang boleh dibilang sama sekali tidak mempunyai senjata untuk perang tempo doeloe, la ko' sekarang bisa merdeka ini sama sekali tidak masuk akal, kilahnya.

Mungkin Belanda dan konco-konconya sudah mbuke'-mbluke' Prof, alias sudah kenyang, sudah bosan menjajah Indonesia, bayangkan 350 tahun bercokol disini, trilyunan dollar kekayaan lokal yang sudah berpindah kepemilikan dan diransfer ke negeri-nya.

"Ya...,ya...bisa jadi seperti itu ngger...., jadi jangan berkecil hati, sekecil apapun sebuah perjuangan, pasti akan membuahkan hasil. Seperti yang terjadi di Palestinan sekarang, suatu saat penjajah-penjajah yang mbedenggul itu juga akan waleh, bosan sendiri". Sahutnya.

"Indonesia sejatine kudu terima kasih karo Jepang, sebab krono Jepang-lah tentara NICA hengkang dari sini, terbirit-birit, kocar kacir, dientekno, ora wani babar pisan. Ning Jepang kuwi terlalu serakah, melakukan invasi kemana-mana, termasuk dengan Amerika". la ini koyo' dom bundel, bluleti.

Maksudnya begini, bersamaan dengan itu kebetulan Jepang juga masih melakukan perang dengan Amerika, sedang Belanda sudah bersih dari Nusantara, sampai akhirnya Amerika menitipkan dua Bom-nya di Hiroshima dan Nagashaki. Puncaknya Jepang kolleng, pusing tujuh keliling, bayangkan saja, baru nitip dua bom sudah ancur lebur, bagaimana kalau lima..?.

Otomatis pendudukan disini tidak terurus, chaos. Saat itulah para pemuda Indonesia, pejuang Indonesia bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Dengan sigap melakukan konsolidasi, yang memang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh Jepang melalui PPKI-nya.

Waduh, gayeng banget nih discuss sama Profesor yang satu ini, ya Profesor dari dunia Shienting, sampai tidak terasa waktu sudah menunnjukkan jam 2 dini hari, padahal besok harus ngantor nih..,

By : Cakyoudee

dilanjutkan besok aja ya...dah capek nih...

Artikel Terkait:

Top Articles

Widget by ateonsoft.com

  © Hak Cipta 'Dilindungi' Oleh Alloh SWT 2008

Back to TOP