Paid Surveys

readbud - get paid to read and rate articles
SocialTwist Tell-a-Friend

24 April 2008

Langgam Jawa

Kemaren sore, saya sempet jalan-jalan melewati kampus Yos Soedarso Surabaya, pas disebelah kampus terdengar alunan gamelan disertai suara merdu lantunan campursari yang semriwing, maknyus, damai dan syahdu.

Karena penasaran, saya menghampiri beberapa orang yang sedang nyangkru' di depannya, sambil terus menikmati alunan lagu-lagu campursai-nya. "Ee'ee ternyata dudu wong jowo asli to, mripate do sipit kabeh kui". Yang ikutan ternyata banyak dari orang-orang etnis tionghwa, "kalau mau gabung tidak dipungut biaya, cukup nuwun sewu saja", kata seorang bapak yang ada di situ.

Saya kebetulan juga menyukai lagu-lagu langgam jawa, karena saya bisa mengerti kromo inggil ya dari mendengar dan menyenangi kesenian-kesenian jawa, seperti kethoprak, wayang, campursari dll. Kalau di Surabaya ini yang nguri-nguri boso jawi, setahu saya, salah satunya adalah Ca' Pendik Ding tak tong, itu tuh..presenter dan penyiar radio.
Kalau sudah ndengerin langgam-langgamnya wis lali sembarangane, apalagi sambil ngopi. Hehee....ya wong jowo kudu ngerti jawane rek...! Jangan lupa dengan asal muasal kita.

Meski tidak bermaksud primordialisme, mudah-mudahan kita bisa menghargai, melestarikan dan memelihara apa yang kita punya. Jangan sampai setelah diserobot Malaysia baru kebakaran jenggot...!, ee'ee emang jenggotan..?.

Artikel Terkait:

Top Articles

Widget by ateonsoft.com

  © Hak Cipta 'Dilindungi' Oleh Alloh SWT 2008

Back to TOP