Langgam Jawa
Kemaren sore, saya sempet jalan-jalan melewati kampus Yos Soedarso Surabaya, pas disebelah kampus terdengar alunan gamelan disertai suara merdu lantunan campursari yang semriwing, maknyus, damai dan syahdu.
Karena penasaran, saya menghampiri beberapa orang yang sedang nyangkru' di depannya, sambil terus menikmati alunan lagu-lagu campursai-nya. "Ee'ee ternyata dudu wong jowo asli to, mripate do sipit kabeh kui". Yang ikutan ternyata banyak dari orang-orang etnis tionghwa, "kalau mau gabung tidak dipungut biaya, cukup nuwun sewu saja", kata seorang bapak yang ada di situ.
Saya kebetulan juga menyukai lagu-lagu langgam jawa, karena saya bisa mengerti kromo inggil ya dari mendengar dan menyenangi kesenian-kesenian jawa, seperti kethoprak, wayang, campursari dll. Kalau di Surabaya ini yang nguri-nguri boso jawi, setahu saya, salah satunya adalah Ca' Pendik Ding tak tong, itu tuh..presenter dan penyiar radio.
Kalau sudah ndengerin langgam-langgamnya wis lali sembarangane, apalagi sambil ngopi. Hehee....ya wong jowo kudu ngerti jawane rek...! Jangan lupa dengan asal muasal kita.
Meski tidak bermaksud primordialisme, mudah-mudahan kita bisa menghargai, melestarikan dan memelihara apa yang kita punya. Jangan sampai setelah diserobot Malaysia baru kebakaran jenggot...!, ee'ee emang jenggotan..?.
Artikel Terkait:
- Teroris Dan Malaysia
- Sby Bakal Tergusur Dari Kursinya
- Bagaimana Membuat Indonesia Maju
- Prabowo Menuju RI 1
- Who's The Real Terorisme...?
- Palestina, Sebuah Tragedi Kemanusiaan
- Kelangsungan Hidup Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
- Indonesiaku
- Sing Edian Sopo Yo...?!
- 100 Tahun Kebangkitan Nasional, Sebuah Kebangkitan Yang Sia-Sia
- The Legend of Mister President
- Siapakah Nama Asli Ibu Kartini..?.
- Negeri Ini Negeri Kerajaan