Paid Surveys

readbud - get paid to read and rate articles
SocialTwist Tell-a-Friend

14 Juli 2008

Balungan Kere

Sudah menjadi rahasia-ne wong sa' dunyo, kalau negeri dijajah Belanda itu ndak bakalan cepat menjadi negara yang makmur. Hehehee jadi belanda yang dikambing hitamkan, tapi itulah kesan yang melekat selama ini. Sebab beberapa negara yang pernah dijajah oleh Inggris, sebut saja Malaysia, Singapura, Hongkong, Australia dll " negorone pinter-pinter dan maju. Sedangkan Indonesia wuuaalah nGglembosi, mewarisi budaya feodalisme yang di titahkan oleh negara kincir angin, penuh dengan kasta dan primordial, jarene begitu..!.

Konon ada cerita begini nih, ada seekor unta yang dipelihara oleh sebuah keluarga yang cukup kaya, sejak unta itu masih kecil, dia ditempatkan di sebuah bangunan pendopo yang cukup mewah dengan dihiasi oleh taman-taman dan kolam disekitarnya. Unta tersebut diikat dengan sebuah tali di lehernya, setiap pagi dan sore selalu diberi makan oleh Induk Semangnya, dibersihkan dan dimandikan.

Begitu bertahun-tahun lamanya tidak terasa unta itu sudah menjadi seekor unta dewasa, yang seharusnya bisa melakukan pekerjaannya sendiri, namun sang majikan tetap merawatnya seperti waktu kecil. Bak seeorang raja unta itu hidup dengan pelayanan penuh, makan tidur terus. Hingga suatu waktu sang majikan sadar, bahwa sang unta meski bisa hidup serba mewah namun tetap terkekang oleh tali dilehernya, maka timbullah ide untuk melepaskannya.

Beberapa hari setelah tali itu dilepas, unta itu tetap berada ditempatnya dan tidak mau kemana-mana, sekarang unta itu sudah bebas bisa pergi sekehendaknya. Namun tetap unta itu tidak kemana-mana, hingga bertahun-tahun lamanya juga tetap berada ditempatnya. Sementara pelayanan dan perlakuan majikan tetap seperti sediakala.

Hingga pada suatu siang, entah dari mana sumbernya pendopo yang ditempatinya terbakar huebat. untapun panik, namun naas menimpa, unta itupun tidak bisa kemana-mana, meski tali dilehernya sudah dilepaskan beberapa tahun lamanya. Hingga kedapatan si unta sudah mati terbakar menjadi abu.

Makna yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah itulah mungkin gambaran Indonesia, gambaran kita. Mind set otak yang sudah membelenggu, mendarah daging. Hingga tidak berani melakukan hal-hal yang diluar batas kemampuan(secara positip) meski kesempatan untuk itu terbuka luas, terlalu nrimo ing pandum tanpa berani mencoba dan mengasah kemampuan diri secara maksimal alias "balungan kere".

Sudah saatnya sekarang kita menanggalkan tali yang membelenggu dileher yang telah diwariskan oleh nenek dan kakek moyang sebelumnya baik warisan dari belanda ataupun bukan, tidak ada "balungan kere", taqdir adalah sebuah pilihan. Bergantung pada masing-masing orang untuk menentukan pilihan , mau jadi balungan kere atau tidak...!?

Oleh : Cakyoudee

Artikel Terkait:

Top Articles

Widget by ateonsoft.com

  © Hak Cipta 'Dilindungi' Oleh Alloh SWT 2008

Back to TOP